PRAKTIKUM V Bunga Tunggal

PRAKTIKUM V

Topik                 : Bunga Tunggal
Tujuan               : Untuk mengetahui bunga tunggal dan bagian-bagiannya.
Hari/tanggal      : Selasa/4 April 2017
Tempat              : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin.
 



  I. ALAT DAN BAHAN

A.    Alat-alat:
1.      Baki/nampan
2.      Alat tulis

B.     Bahan-bahan:
1.      Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)
2.      Bunga Terong (Solanum sp.)
3.      Bunga Kaca Piring (Gardenia augusta)
4.      Bunga Pepaya (Carica papaya L.)
5.      Bunga Waru (Hibiscus tiliaceus)


 II.       CARA KERJA

1.      Menyiapkan alat dan bahan
2.      Mengamati dan menentukan bagian-bagian bunga: tangkai bunga (pedicellus), kelopak (calyx), mahkota (corolla), tenda bunga (perigonium), putik (stigma), benang sari (stamen), pendukung putik dan benang sari (andriginofor), daun buah (karpelum), daun pemikat (lokblad).
3.      Menggambar hasil pengamatan dan memberi keterangan.


III.             TEORI DASAR
Alat perkembangbiakan pada tumbuhan dibedakan dalam dua golongan, yaitu yang bersifat vegetatif dan yang generatif. Alat perkembangbiakan tersebut bentuk dan susunannya berbeda-beda menurut jenis tumbuhan, tetapi bagi tumbuhan yang berbiji, alat tersebut lazimnya merupakan bagian tumbuhan yang kita kenal sebagai bunga. Pada bunga inilah terdapat bagian-bagian yang setelah terjadi peristiwa persarian (penyerbukan) dan pembuahan akan menghasilkan bagian tumbuhan yang disebut buah, yang didalamnya terkandung biji dan biji inilah yang akan tumbuh menjadi tumbuhan baru.
Tumbuhan yang memiliki satu bunga saja dinamakan tumbuhan berbunga tunggal (planta uniforal). Sedangkan lainnya tumbuhan berbunga banyak (planta multifloral). Bunga pada umumnya mempunyai bagian-bagian yang terdiri dari :
a.         Tangkai bunga (pedicellus)
b.         Dasar bunga (receptaculum)
c.         Hiasan bunga (perianthium)
d.        Alat-alat kelamin jantan (androecium)
e.         Alat-alat kelamin betina (ginaecium)
Bagian-bagian hiasan bunga tersusun dalam dua lingkaran, yaitu :
1.         Kelopak (kalyx)
2.         Tajuk bunga atau mahkota bunga (corolla)
Pada suatu bunga sering kita dapati tidak ada hiasan bunganya. Bunga yang demikian dinamakan bunga telanjang (flos nudus), atau hiasan bunga yang tidak adapat dibedakan dalam kelopak atau mahkotanya, dengan kata lain kelopak dan mahkota sama baik bentuk dan warnanya. Hiasan bunga yang demikian dinamakan tenda bunga (perigonium).
Berdasarkan bagian-bagian tumbuhan yang terdapat pada bunga kecuali tangkai dan dasar bunga, maka bunga dapat dibedakan dalam :
1.         Bunga lengkap atau bunga sempurna (flos completus)
2.         Bunga tidak lengkap atau bunga tidak sempurna (flos in-completus)
IV.         HASIL PENGAMATAN
A.    Tabel Pengamatan
No
Bagian
Hibiscus rosa-sinensis L
Solanum sp.)
Gardenia augusta
Carica papaya L
Hibiscus tiliaceus


Ada
Jumlah
Ada
Jumlah
Ada
Jumlah
Ada
Jumlah
Ada
Jumlah
1.
Tangkai bunga (pedicellus)
1
1
1
1
1
2.
Kelopak (Calyx)
7
5
6
-
-
5
3.
Mahkota (Carolla)
5
5
26
-
-
5
4.
Tenda bunga (Perigonium)
-
-
-
-
-
-
5
-
-
5.
Putik (Stigma)
5
1
1
1
1
6.
Benang Sari (Stamen)
5
4
8
7.
Pendukung Putik dan Benang Sari(Andriginifor)
1
-
-
1
-
-
1
8.
Bakal Buah (Karpelum)
1
1
1


1
9.
Daun Pemikat (Lokblad)
-
-
-
-






10.
Tata Letak

Terminalis  axillaris

Terminalis

Terminalis

axillaris

Terminalis
11.
Epicalyx



























V.              ANALISIS DATA
1.      Bunga Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)
Klasifikasi dari Bunga kembang sepatu yaitu sebagai berikut:
Kingdom  : Plantae
Divisio      : Magnoliophyta
Classis      : Magnoliopsida
Ordo         : Malvales
Family      : Malvaceae
Genus       : Hibiscus
Species     : Hibiscus rosa-sinensis L.
(Sumber    : Cronquist. 1981)
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan dapat dilihat pada bagian tangkai bunga memiliki ukuran yang kecil, berwarna hijau dan tidak berambut, pada bagian mahkota berukuran besar, berwarna merah, kelopak bunga memiliki ukuran yang sedang berwarna hijau dan tidak berambut. Benang sari bunga berukuran kecil berwarna kuning dan tidak berambut dan pada bagian putik memiliki ukuran yang panajng berwarna merah dan berambut.
Hibiscus rosa-sinensis L. adalah tumbuhan yang hanya menghasilkan satu bunga saja, oleh karenanya disebut bunga tunggal (plantauniformal). Merupakan bunga lengkap karena memiliki mahkota (corolla), kelopak (calyx), putik (stigma), dan benang sari (stamea). Tangkai bunganya berwarna hijau, dasar bunganya berwarna hijau. Memiliki hiasan bunga yaitu kelopak yang berwarna hijau dan tajuk bunga atau mahkota bunga, biasanya mahkota bunga tidak berwarna hijau, warna pada mahkota bunga inilah yang lazimnya disebut warna bunga.
 Pada hasil pengamatan praktikum kali ini bunga yang diamati berwarna merah. Mempunyai kelopak tambahan. Merupakan bunga banci atau berkelamin dua (hermaphroditus) karena mempunyai putik dan benang sari. Putiknya berwarna merah, biasanya menjulur keluar karena letaknya paling ujung dari tangkai putik. Tangkai putik berawal dari bakal buah. Benang sari berwarna kuning dengan jumlah yang sangat banyak. Bunga terdiri dari 5 helai daun kelopak yang dilindungi oleh kelopak tambahan (epicalyx) sehingga terlihat seperti dua lapis kelopak bunga. Mahkota bunga terdiri dari 5 lembar atau lebih jika merupakan hibrida. Tangkai putik berbentuk silinder panjang dikelilingi tangkai sari berbentuk oval yang bertaburan serbuk sari. Biji terdapat di dalam buah berbentuk kapsul berbilik lima.
2.      Bunga Terong (Solanum Sp.)
Klasifikasi dari bunga terong yaitu sebagai berikut:
Kingdom  : Plantae
Divisio      : Magnoliophyta
Classis      : Magnoliopsida
Ordo         : Malvales
Family      : Malvaceae
Genus       : Solanum
Species     : Solanum Sp.
(Sumber    : Cronquist. 1981)
Berdasarkan hasil pengamatan dapat diketahui bahwa Bunga terong merupakan bunga banci atau bunga berkelamin dua, dalam satu bunga terdapat alat kelamin jantan (benang sari) dan alat kelamin wanita (putik). Bunga seperti ini dinamakan bunga  lengkap. Perhiasan bunga yang dimiliki adalah kelopak bunga, mahkota bunga, dan tangkai bunga. Tanaman ini memiliki bunga berwarna putih namun ditengahnya berwrna kuning, bunga tanaman ini ada dua yaitu bunga jantan dan bunga betina. Bunga jantan tidak memiliki bakal buah yang baik, sedangkan bunga betina memiliki bakal buah yang sangat baik. Penyerbukan bunga jantan dan betinya di terjadi dengan bantuan angin dan hewan sekitar, lalu berkembang dan memiliki mahkota, benang sari dan lainnya, sehingga akan menjadi buah.
    
3.      Bunga Kaca Piring (Gardenia Augusta)
Klasifikasi dari bunga kaca piring yaitu sebagai berikut:
Kingdom  : Plantae
Divisio      : Magnoliphyta
Classis      : Magnoliopsida
Sub classis: Asteriidae
Ordo         : Rubiales
Familia     : Rubiaceae
Genus       : Gardenia
Species     : Gardenia augusta Merr.
(Sumber    : Cronquist : 1981) 
Dari hasil pengamatan pada bunga kaca piring ini merupakan bunga tunggal.  Tangkai bunganya tidak cukup panjang, dilanjutkan dengan dasar bunga yang menumpang bunga, kemudian ada kelopak bunga yang menempel lanjutan dari tangkai bunga, kemudian mahkota (corolla) bunga berwarna putih yang sangat rapat berlapis-lapis sama seperti bunga mawar yang berbentuk spiral dan baunya pun sangat disukai karena harum dan wangi yang menempel pada bagian dasar bunga tersebut. Dilihat pada bagian tengah pada mahkota bunga ini terdapat benang sari dan putik. Pada alat perkembangbiakannya berupa benang sari dan putik jarang sekali terjadi peristiwa persarian yang menyebabkan bunga ini jarang ada bahkan bisa dikatakan tidak ada bijinya.
4.      Bunga Pepaya (Carica Papaya)
Klasifikasi dari Bunga Pepaya yaitu sebagai berikut:
Kingdom  : Plantae
Divisio      : Magnoliophyta
Classis      : Magnoliopsida
Ordo         : Violales
Family      : Caricaceae
Genus       : Carica           
Species     : Carica papaya L.
(Sumber    : Steenis. 2002)
Pepaya adalah monodioecious' (berumah tunggal sekaligus berumah dua) dengan tiga kelamin: tumbuhan jantan, betina, dan banci (hermafrodit). Tumbuhan jantan dikenal sebagai "pepaya gantung", yang walaupun jantan kadang-kadang dapat menghasilkan buah pula secara "partenogenesis". Buah ini mandul (tidak menghasilkan biji subur). Bunga pepaya memiliki mahkota bunga berwarna kuning pucat dengan tangkai atau duduk pada batang. Bunga jantan pada tumbuhan jantan tumbuh pada tangkai panjang. Bunga biasanya ditemukan pada daerah sekitar pucuk.  Warna buah ketika muda hijau gelap, dan setelah masak hijau muda hingga kuning. Bentuk buah bulat hingga memanjang, dengan ujung biasanya meruncing. Bentuk buah membulat bila berasal dari tanaman betina dan memanjang (oval) bila dihasilkan tanaman banci.
Bunga pepaya pada praktikum ini memiliki tangkai yang berukuran besar berwarna hijau dan tidak berambut, kelopak bunga berukuran kecil berwarna hijau dan tidak berambut, mahkota bunga memiliki ukuran yang besar berwarna putih kekuningan dan tidak berambut,  benang sari memiliki ukuran kecil warnanya kuning dan tidan berambut dan pada bagian putik memiliki ukuran yang kecil berwarna kuning dan tidak berambut. Bunga ini merupakan tumbuhan poligam, karena pada satu tumbuhan terdapat bunga jantan, bunga betina, dan bunga banci bersama-sama. Dan bersifat monoeco-polypamus. Bunga jantan dan betinanya berwarna sama yaitu berwarna kuningtua, agakcrem. Di dalam bunga betina terdapat putik, begitu pula di dalam bunga jantan yang terdapat benang sari. Mahkota bunga jantannya berbentuk terompet. Bakal buahnya beruang satu.
5.      Bunga Waru (Hibiscus tiliaceus L.)
Klasifikasi dari Bunga Waru yaitu sebagai berikut:
Kingdom  : Plantae
Divisio      : Magnoliophyta
Classis      : Liliopsida
Ordo         : Cyperales
Family      : Cyperaceae
Genus       : Hibiscus
Species     : Hibiscus tiliaceus
(Sumber    : Steenis. 2002)
Bunga waru berdasarkan hasil pengamatan praktikum  memiliki tangkai yang berukuran kecil berwarna coklat dan tidak berambut, benang sari memiliki ukuran kecil warnanya kuning dan tidak berambut dan pada bagian putik memiliki ukuran yang kecil berwarna merah maron dan tidak berambut. Mahkota bunga memiliki ukuran yang kecil berwarna kuning dan tidak berambut, kelopak bunga berukuran kecil berwarna hijau kecoklatan dan tidak berambut,
Bunga ini merupakan tumbuhan yang hanya memiliki satu bunga saja pada ujung-ujung tangkainya. Bunga waru ini juga merupakan bunga sempurna karena memiliki perhiasan bunga dan alat perkembangbiakan yang ada di pusatnya. Perhiasan bunganya yaitu mahkota dan kelopak. Pada mahkota ada noda ungu di bagian pangkal. Mahkota berwarna kuning terang dengan 5 buah petala. Petala berbentuk kipas.  Kelopak terdapat dibawah mahkota. Bakal buah terdapat di dalam bunga ditutupi mahkota. Alat kelamin terdiri atas putik dan benang sari. Putik berwarna merah dan benang sari yang berwarna kuning. Tabung benang sari keseluruhan ditempati benang sari.



VI.        KESIMPULAN
1.   Bunga merupakan bagian tubuh tumbuhan yang mempunyai fungsi sebagai alat perkembangbiakan generatif. Tumbuhan yang hanya mempunyai satu bunga pada satu tangkai disebut dengan bunga tunggal.
2.   Bunga sempurna adalah bunga yang mempunyai putik dan benang sari dalam satu bunga Suatu bunga disebut bunga lengkap apabila bunga tersebut memiliki semua bagian-bagian bunga..
3.   Bagian-bagian pada bunga tunggal umumnya terdiri atas: tangkai bunga (pedicellus), kelopak bunga (calyx), mahkota bunga (corolla), tenda bunga (perigonium), putik (pistillum), benang sari (stamen), pendukung putik dan benang sari, bakal bual (ovarium), daun buah (karpelum) serta daun pemikat (lokblad).
4.   Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) termasuk bunga sempurna karena terdapat benang sari dan putik dalam satu bunga.
5.   Bunga Terong(Solanum sp.) juga termasuk bunga sempurna, karena terdapat bagian kelopak, mahkota, benang sari dan putik
6.   Bunga kaca piring (Gardenia augusta) termasuk bunga lengkap karena memiliki semua bagian-bagian bunga.
7.   Bunga pepaya (Carica papaya L) termasuk monodioecious yaitu berumah tunggal sekaligus berumah dua dengan tiga kelamin: tumbuhan jantan, betina, dan banci (hermafrodit).
8.   Bunga waru (Hibiscus tiliaceus) adalah bunga sempurna karena memiliki bagian-bagian bunga seperti terdapat benang sari, putik, mahkota, dan kelopak.




        DAFTAR PUSTAKA
A.    Daftar Pustaka Gambar
Aulia, kimmy. (2014). Morfologi tumbuhan praktikum  V        Bunga Tunggal. http://kimmyaulia.blogspot.co.id/2014/06/masih-di-update.html (diakses  pada 9 April 2017)


Pratiwi, Rahmi. (2015). Morfologi tumbuhan praktikum  V Bunga Tunggal.http://rahmipratiwibiologi14.blogspot.co.id/2015/04/v-behaviorurldefaultvmlo.html (diakses  pada 9 April 2017)

B.     Daftar Pustaka Buku
Amintarti, Sri. (2016). Penuntun Praktikum Morfologi Tumbuhan. PMIPA FKIP UNLAM: Banjarmasin.
Cronquist, A. (1981). An Integrated System of Flowering Plants. Columbia University: New York.
Tjitrosoepomo, Gembong. (2013). Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta



Komentar

Postingan populer dari blog ini

PRAKTIKUM III Tata letak daun, rumus daun dan diagram daun

PRAKTIKUM VIII Akar dan Modifikasinya

PRAKTIKUM I BIOKIMIA Glukosa